Tampilkan postingan dengan label Gado-gado. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gado-gado. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

Tugas Pokok Guru (Berdasar PP No. 74 Tahun 2008)

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru Pasal 52 ayat (1) kewajiban guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan tugas pokok. Dalam penjelasan Pasal 52 ayat (1) huruf (e), yang dimaksud dengan “tugas tambahan”, misalnya menjadi pembina pramuka, pembimbing kegiatan karya ilmiah remaja, dan guru piket.Uraian jenis kerja guru tersebut di atas adalah sebagai berikut:

a. Merencanakan Pembelajaran

Guru wajib membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada awal tahun atau awal semester, sesuai dengan rencana kerja sekolah/madrasah.

Kamis, 16 Mei 2013

Pemilihan Guru SMA Berprestasi 2013

Bagi rekan-rekan guru yang akan mengikuti Pemilihan Guru Berpretasi, saya mau sedikit share pengalaman yang saya alami 2 hari ini.
Setelah melalui perjuangan yang cukup melalahkan (nggak nakut-nakutin lho...) akhirnya rangkaian tes telah selesai saya lalui. Mengapa saya sebut melelahkan, bagaimana tidak, persiapan melengkapi berkas harus selesai dalam 3 hari. Huff... mungkin ini salah saya, yang terlalu berharap lolos ke Queensland, Australia, untuk program kursus singkat yang hasil seleksinya diumumkan 3 hari yang lalu.
Untuk mengikuti pemilihan gupres, berkas yang harus dikumpulkan :
1. Portofolio
2. PTK
3. Makalah "Mengapa Saya Layak sebagai Guru Berprestasi?"
4. CD Presentasi PTK
5. CD Presentasi Makalah

Rabu, 15 Mei 2013.
Rangkaian tes :
09.00 - 11.00 : tes tertulis, terdiri dari 60 pilgan dan 5 uraian
11.30 - 16.00 : - presentasi makalah
                        - presentasi PTK
Kamis, 16 Mei 2013
08.00 - Seleisai : Wawancara

Jumat, 17 Mei 2013 (besok pagi)
Katanya pengumuman bisa dibaca di surat kabar. Dag dig dug ...

Oke, sambil menunggu hasil besok, saya ingin bagi saran ke rekan-rekan, agar tidak grobyakan seperti yang saya alami:
  1. Usulkan kepada kepala sekolah atau pihak terkait agar penunjukan calon peserta gupres sedini mungkin, sehingga kita bisa persiapan lebih matang.
  2. Rajinlah untuk mengadministrasikan semua prestasi dan karya rekan-rekan, mulai sekarang.
  3. Yang tak kalah penting, banyak membaca dan banyak menulis.
Oke barangkali itu sekedar tips sederhana. Oya, prestasi siswa dibawah bimbingan Bapak/Ibu jangan lupa dilampirkan, meski kayaknya bobot lebih kecil dari pada prestasi Bapak/ibu sendiri, maklumlah ... ini kan pemilihan guru berprestasi, bukan siswa berprestasi, he2....Smoga Sukses..

Dag dig dug lagi ...




Minggu, 10 Februari 2013

Remote PC dari Android dengan TeamViewer



Mengendalikan komputer dari komputer atau Remote PC from PC mungkin sudah biasa dan sebelumnya juga pernah dibahas diblog ini, namun bagaimana bila mengendalikan komputer dari gadget Android?. Remote PC dari Android juga bisa dilakukan dengan bantuan software remote desktop seperti TeamViewer. Aplikasi TeamViewer ini tersedia gratis (bagi penggunaan pribadi/personal) untuk PC baik Windows, Mac OS dan Linux maupun untuk platform mobile seperti iPhone, iPad dan Android.
Nah kali ini saya coba mengulas cara remote pc dari Android menggunakan aplikasi TeamViewer yang tersedia gratis untuk banyak platform. Langsung saja ikuti langkah berikut untuk remote pc dengan Android:
1. Download program TeamViewer dari PC atau laptop. Download dari situs resminya www.teamviewer.com atau lewat direct link http://www.teamviewer.com/download/TeamViewer_Setup_id.exe
2. Instal TeamViewer di PC lalu jalankan softwarenya, jangan lupa untuk konek internet. Setellah software TemViewer terbuka sebaiknya catat nomer ID, lihat bagian Your ID dan Password.

Senin, 19 November 2012

Ayahmu Menyayangimu, Percayalah ...


Sebelumnya mohon maaf pada orang yang telah membuat tulisan ini. Saya suka pada tulisan ini. Saya hanya bermaksud agar lebih banyak lagi orang yang membacanya. Agar kita lebih menyadari bahwa meskipun bapak kita super sibuk, atau karena kekurangan beliau sehingga tidak pernah memberi komentar maupun pujian kepada kita, BUKAN BERARTI BELIAU TIDAK MENYAYANGI KITA. Percayalah, ada berjuta sayang yang tak mampu beliau ucapkan.





Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Kamis, 01 November 2012

STUDY OUTDOOR KELAS XI PROGRAM AKSELERASI SMA NEGERI 3 SURAKARTA


1.      LATAR BELAKANG
Belajar dalam arti luas diartikan sebagai sebuah proses yang sengaja dan ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku. Hal ini mendorong adanya sebuah proses perubahan dan kemampuan mengimplementasikan apa yang sudah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.  Dalam kehidupan nyata, banyak fenomena alam yang secara teoritis dipelajari dalam pelajaran Biologi, Kimia, Fisika, Matematika dan Geografi. Dalam banyak hal, belajar dengan pengamatan secara langsung terhadap sebuah obyek akan lebih berarti jika dibandingkan dengan belajar di kelas bersumber dari buku, artikel maupun sumber belajar lainnya.
Oleh sebab itu Program Akselerasi SMA Negeri 3 Surakarta akan mengadakan sebuah kegiatan yaitu “Study Outdoor” sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran dengan cara mengamati obyek secara langsung. Hal ini sekaligus sebagai upaya  agar siswa dapat mengimplementasikan teori yang sudah dipelajari dalam kehidupan nyata.

2.      TUJUAN KEGIATAN
Tujuan kegiatan ini adalah :
a.       Meningkatkan pemahaman siswa dengan pembelajaran melalui pengalaman langsung.
b.      Memahami implementasi praktis sebuah konsep dalam kehidupan, terutama konsep dan       pengetahuan dalam ilmu kimia dan biologi
c. Meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi, berdiskusi dan bekerja sama dalam kelompok.

3.  PELAKSANAAN
a.       Waktu :
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Rabu, 31 Oktober 2012. Berangkat dari SMA Negeri 3 Surakarta Lokasi Warungmiri pukul 06.30 WIB.
b.      Kegiatan
Implementasi Pembelajaran pada ilmu Kimia, Biologi dan Geografi dalam kehidupan nyata, yang tercermin dalam kegiatan:
       -          Pengamatan proses penyulingan minyak kayu putih dalam sudut pandang ilmu kimia dan ilmu biologi.
         -          Penyusuran situs geologi dan habitat air tawar sepanjang Gua Pindul dan Sungai Oyo
c.       Obyek
Obyek yang akan dituju adalah Pabrik Penyulingan Minyak kayu Putih di Hutan Kayu Putih Gelaran, Gua Pindul dan Sungai Oyo Gunung Kidul Yogyakarta.

4HASIL YANG DIHARAPKAN
Hasil yang diharapkan melalui kegiatan ini adalah:
Meningkatnya pemahaman siswa tentang implementasi praktis sebuah konsep dalam kehidupan, terutama konsep dan pengetahuan dalam ilmu kimia dan biologi. Hal ini tercermin dalam bentuk laporan yang harus disusun oleh siswa secara kelompok setelah kegiatan selesai.

Foto-foto kegiatan:
















Kamis, 18 Oktober 2012

Sangaku, Matematika Persembahan untuk Para Dewa



Sangaku yang dipersembahkan di Kuil Enmanji, Nara(Wikipedia Common
Sepanjang abad ke-17, ketika matematika berkembang di Barat, melahirkan ilmuwan terkemuka sepanjang masa seperti  Isaac Newton dan Gottfried Wilhelm Leibniz, Jepang yang terisolasi dari dunia mengembangkan tradisi matematikanya sendiri. 

Membuat teorama mandiri untuk menjawab pertanyaan kompleks tentang geometri misalnya  berapa lingkaran dalam ukuran tertentu bisa masuk dalam segitiga, tanpa memanfaatkan teknik kalkulus, yang relatif baru kala itu.

Maka di zaman Edo, awal abad ke-17 sampai tahun 1857, para penggila matematika mengilustrasikan solusi geometri menjadi sebuah karya seni, berupa tablet kayu berukir yang disebut Sangaku. Menghiasi dinding kuil Shinto atau Buddha. Sebagai alternatif persembahan, menggantikan uang atau ternak yang lebih lazim.

Mungkin sulit untuk memahami matematika sebagai sebuah seni relijius di masa sekarang. Namun, itulah yang terjadi di Jepang kala itu.

"Tablet Sangaku mungkin yang paling unik di antara kreasi budaya dunia. Ia sekaligus adalah obyek seni, persembahan reliji, dan catatan yang bisa kita sebut sebagai matematikanya rakyat," kata Tony Rothman dari University of Princenton.

Dia menambahkan Sangaku adalah peninggalan budaya yang layak dipertahankan dan dilindungi. "Ini mungkin hanya teka-teki silang versi Jepang era feodal, namun fungsinya  menjaga pikiran mereka tetap tajam."

Saat  Jepang mulai membuka diri, Sangaku nyaris terlupakan. Bahkan, Fukugawa, guru SMA di Jepang  bergelar doktor dalam bidang matematika mengaku, dulu ia menyangka mempelajari tablet kuno sangaku adalah hal yang sia-sia.

"Sampai suatu ketika rekanku, seorang sejarawan meminta bantuan menerjemahkan  sebuah buku tentang subyek itu. Barulah aku menyadari matematikawan Edo telah  menuntaskan problem sulit tanpa alat bantu yang kita miliki saat ini,"kata dia. "Sejak itu aku jatuh cinta pada sangaku." Dia ingin mempertahankannya eksistensi peninggalan leluhurnya itu.

Kakek 63 tahun tersebut membantu penelitian Rothman. Meski
keduanya saling terpisah ribuan kilometer dan tak pernah bertatap muka langsung. Untung, bahasa matematika adalah universal.

Selain terlibat penelitian, Fukugawa mengaku, selalu mencari cara mengajarkan sangaku pada murid-muridnya. Namun harus hati-hati agar tak justru menimbulkan masalah matematika baru. Sebab, "harus  diingat bahwa Sangaku diciptakan dan ditampilkan terutama untuk kesenangan."

Seperti halnya sejumlah orang di masa itu yang hobi membuat puisi Jepang atau haiku dan kesenian lain. "Ada beberapa orang menikmati matematika, dan melihat sesuatu yang indah di dalamnya."

Tujuan dari sangaku ada tiga: memamerkan prestasi matematika, rasa syukur kepada Buddha dan Dewa, dan persembahan agar mereka dianugerahi pengetahuan matematika yang lebih.

Matematika sudah mengakar, menjadi tradisi di Negeri Sakura. Maka tak  mengherankan bahwa sudoku yang dimainkan orang saat ini, pertama kali populer di Jepang, sebelum menyebar menyeberangi lautan ke seluruh dunia.

Sumber:
 vivanews.com.

Rabu, 17 Oktober 2012

18 karakter Bangsa


18 Nilai Karakter Bangsa merupakan bagian dari Pendidikan Karakter yang merupakan Pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik & mewujud-kan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.
Berikut ini 18 Nilai Karakter Bangsa dan bentuk pelaksanaannya
  1. Religius : Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
  2. Jujur: Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
  3. Toleransi: Sikap dan  tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis,pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya

Senin, 16 Juli 2012

Indahnya Hari Pertama Masuk TK

Masih ingatkah kita bagaimana pertama kali kita masuk sekolah? Mungkin bukan hal yang istimewa jika kita membuka dokumen pribadi terkait dengan hari pertama masuk sekolah di tingkat SMP, SMA atau bahkan perguruan tinggi. Tapi akan berbeda halnya jika kita membuka dokumen pribadi tentang hari pertama kita masuk TK. Tentu kenangan yang sangat indah, berwajah lucu dan sarat dengan kehangatan serorang ibu. Yah, hari ini, 16 Juli 2012, Anas Hilmy Habiburrohman, anak ketiga kami untuk pertama kalinya masuk TK. Bukan pamer atau apa namanya, sekedar berbagi kebahagiaan. Sekaligus berdoa, mudah-mudahan menjadi anak yang pandai, sholeh, berbakti kepada kedua orang tua, berguna bagi sesama. Amiin …

Sabtu, 14 Juli 2012

Yang Penting Bukan Posisi, tetapi Disposisi

Saya teringat ketika saya menjadi ketua karang taruna di kampung. Meski jauh dari sosok pemimpin yang ideal, setidaknya saya telah memberi pijakan yang cukup berarti bagi keberlangsungan organisasi tersebut selanjutnya. Yah, sebuah organisasi di kampung nan kumuh dan sarat dengan hal-hal yang negatif seperti miras dan judi. Sedikit demi sedikit dengan bantuan segelintir teman, niat baik untuk sekedar melakukan perubahan Alhamdulillah mulai memberikan hasil. Membangun kesadaran dan tanggung jawab sebagai pribadi, itu yang pertama saya lakukan. Satu hal yang menjadi modal saya, dengan berbagai kekurangan saya ternyata kata-kata saya banyak didengar. Alhamdulillah. Pada saat yang sama, karang taruna tetangga yang notabene berdiri lebih awal ternyata mengalami suatu masalah. Segala saran dan pendapat sang ketua sama sekali tidak didengar. Apakah ini terkait denga integritas pribadi? Boleh jadi. Saya jadi teringat apa yang dikataka John C. Maxwell, bahwa yang penting bukan posisi, tetapi disposisi.

Kamis, 12 Juli 2012

Apa itu Quick Count?


Quick count akhir-akhir ini ramai digunakan untuk mendapatkan hasil perhitungan pemilihan kepala daerah langsung dengan cepat dan akurat, hanya beberapa jam setelah tps di tutup sudah dihasilkan informasi perolehan suara.

Quick count ini merupakan kegiatan pengambilan sampling biasa, sama seperti survey yang sering dilakukan untuk mengkaji objek studi tertentu, perbedaan hanya pada unit terkecil yang di ambil dalam sampel. Jika survey unit terkecil adalah desa/kelurahan sedangkan quick count ini adalah TPS. Alasan waktu dan biaya menjadikan proses pengambilan sampling sering dilakukan baik dalam survey maupun quick count bahkan dalam bidang di luar politik sekalipun.

Selasa, 10 Juli 2012

Inikah yang Namanya Tanggung Jawab?

Capek, lelah, jenuh, sumpeg membaur menjadi satu. Saat si kecil libur sekolah, pertanyaan pertama ketika bangun pagi, “Abi masuk apa libur”. Susah sekali menjawabnya. “Pikniknya kapan?”, lanjutnya.